Pengertian Penyakit Kanker, Gejala, Penyebabnya

https://obatherbaltasik.com – Kanker adalah penyebab kematian nomor dua di dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga hanya terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.

Karena itu, lakukan pemeriksaan atau periksa kesehatan secara teratur, sehingga kanker dapat dideteksi sejak dini. Untuk mencegah kanker, hiduplah dengan gaya hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, tidak merokok, dan tidak minum alkohol.

Penyebab penyakit kanker

penyakit kanker

Penyebab utama kanker adalah mutasi genetik dalam sel. Mutasi genetik akan membuat sel tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel-sel abnormal ini. Jika mekanismenya gagal, sel-sel abnormal akan tumbuh tak terkendali.

Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker bervariasi tergantung pada jenis kankernya. Namun, tidak ada jenis kanker spesifik yang dipicu hanya oleh 1 faktor.

Faktor-faktor yang dianggap berisiko menyebabkan mutasi genetik dalam sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya termasuk:

  • Punya riwayat kanker yang dalam
  • Berusia lebih dari 65 tahun.
  • Merokok.
  • Paparan radiasi, bahan kimia (seperti asbes atau benzena), atau sinar matahari.
  • Infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV.
  • Paparan hormon tingkat tinggi atau jangka panjang.
  • Kegemukan.
  • Tidak banyak bergerak dan tidak ber rutin
  • Menderita penyakit yang menyebabkan peradangan kronis (peradangan jangka panjang), seperti kolitis ulserativa.
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh, misalnya akibat menderita HIV / AIDS.

Gejala penyakit kanker

Gejala yang timbul akibat kanker juga bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ yang terkena kanker. Beberapa gejala yang sering dialami penderita kanker adalah:

  • Benjolan muncul.
  • Nyeri pada satu bagian tubuh.
  • Pucat, lemah dan lelah.
  • Penurunan berat badan yang drastis.
  • Gangguan buang air besar atau buang air kecil
  • Batuk kronis.
  • Demam berulang.
  • Memar dan pendarahan spontan.

Kapan harus ke dokter?

Orang yang berisiko terkena kanker perlu menjalani skrining dan pemeriksaan rutin ke dokter. Misalnya, seorang perokok yang anggota keluarganya pernah menderita kanker, atau seseorang yang sering berganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.

Seseorang juga perlu ke dokter jika mereka mengalami gejala kanker, seperti munculnya benjolan di tubuh, penurunan berat badan yang drastis, atau batuk kronis. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Penderita kanker perlu menjalani Pengobatan dari ahli onkologi. Selanjutnya, pemeriksaan rutin akan dilakukan untuk melihat apakah Pengobatan yang diberikan efektif.

Jika kondisi pasien telah membaik dan kanker dinyatakan sembuh, pasien masih perlu memeriksakan kondisinya ke dokter secara teratur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kanker tidak kambuh.

Pasien yang kankernya tidak dapat disembuhkan juga perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan untuk memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi keluhan yang dialami penderita. Pengobatan ini disebut obat paliatif.

Diagnosis dan Stadium Kanker

Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada sejumlah tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk mengonfirmasi diagnosis kanker, yaitu:

Tes laboratorium
Tes laboratorium, seperti tes darah dan urin, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan pada tubuh.

Tes pencitraan
Tes ini bisa dalam bentuk pemeriksaan X-ray, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang memiliki masalah.

Biopsi
Dalam prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh seorang pasien yang diduga menderita kanker. Biopsi adalah pemeriksaan paling akurat untuk menentukan apakah seseorang menderita kanker atau tidak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas, dokter akan menentukan tingkat (stadium) kanker. Secara umum, tingkat kanker dibagi menjadi stadium 1, 2, 3, dan 4. Semakin tinggi stadium kanker, gejala penyakit akan semakin parah dan kemungkinan pemulihan akan semakin kecil.

Ketinggian stadium kanker ditentukan berdasarkan ukuran kanker, ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dan seberapa jauh penyebaran kanker ke organ lain.

Pengobatan Penyakit Kanker

Jenis Pengobatan yang akan dipilih dokter tergantung pada beberapa hal, mulai dari jenis kanker, lokasi kanker, stadium kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum, hingga keinginan pasien.

Metode pengobatan kanker yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat untuk merusak sel kanker.
Operasi
Prosedur ini dilakukan dengan memotong dan mengangkat jaringan kanker.
Radioterapi
Radioterapi dilakukan dengan menggunakan paparan radiasi untuk membunuh sel kanker. Radioterapi terdiri dari dua jenis, yaitu radiasi dari mesin yang berada di luar tubuh (radioterapi eksternal) atau radiasi dari perangkat implan yang dipasang di dalam tubuh (brachytherapy).
Transplantasi sumsum tulang
Melalui prosedur ini, sumsum tulang pasien akan diganti dengan sumsum tulang baru dari donor, untuk menghasilkan sel-sel baru yang normal dan bebas kanker.
Imunoterapi
Imunoterapi atau terapi biologis bertujuan untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan kanker.
Terapi hormon
Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker prostat, dipicu oleh hormon. Karena itu, dengan menghambat hormon-hormon ini, pertumbuhan sel kanker dapat dihentikan.
Terapi obat yang ditargetkan
Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik dalam sel.
Harap dicatat bahwa pengobatan kanker di atas dapat menyebabkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah pengurangan jumlah sel darah putih, sehingga tubuh pasien rentan terhadap infeksi.

Pencegahan Kanker

Pada tahun 2014, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia meninggal karena kanker. Di Indonesia, jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada pria adalah kanker paru-paru, sedangkan jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita adalah kanker payudara.

Oleh karena itu, Departemen Kesehatan Republik Indonesia mempromosikan program perilaku SMART untuk mencegah kanker. Berikut ini adalah perpanjangan dari SMART:

  • Cek kesehatan berkala
    Konsultasikan dengan dokter Anda untuk tes skrining kanker, berdasarkan faktor risiko yang Anda miliki.
  • Enyahkan asap rokok
    Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru.
  • Rajin beraktivitas fisik
    Berolah raga secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Diet sehat dengan kalori seimbang
    Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian (seperti gandum), dan makanan yang kaya protein.
  • Istirahat yang cukup
    Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Kelola stres
    Stres yang berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan kanker.

Selain CERDIK, ada sejumlah hal lain yang juga perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker, yaitu:

  1. Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan
    Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, gunakan pakaian tertutup saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
  2. Gunakan topeng di tempat yang penuh polusi udara
    Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap dari pembakaran sampah, asap rokok, dan debu asbes dapat menyebabkan kanker.
  3. Berhenti mengkonsumsi alkohol
    Jika Anda suka mengonsumsi alkohol, mulailah menghentikan kebiasaan itu, karena alkohol dapat memicu kanker.

Vaksinasi
Ada dua jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi, yaitu kanker hati melalui vaksin hepatitis B dan kanker serviks dengan vaksin HPV.

Rekomendasi Obat kanker >> Jelly gamat gold g

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *